Thursday, April 12, 2012

Mohammad Nuh

0 comments
Mohammad Nuh atau lengkapnya Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 17 Juni 1959; umur 52 tahun) adalah Menteri Pendidikan Nasional Indonesia sejak 22 Oktober 2009. Sebelumnya ia menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (2007–2009) dan rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya periode tahun 2003–2006.

Beliau berasal dari keluarga petani sederhana. M Nuh tumbuh dalam lingkungan yang relijius. Tahun 1983 Nuh berhasil menyelesaikan studinya di Jurusan Teknik Elektro ITS dan lulus mendapatkan gelar sarjana Insinyur. Kemudian ia meneruskan studinya S2 d S3 di Universite Science et Technique du Languedoc Montpellier, Prancis. Nuh mempunyai seorang istri bernama drg Laily Rahmawati yang kesehariannya menjabat sebagai Kepala Unit Rawat Jalan RS Islam Surabaya serta seorang anak bernama Rachma Rizqina Mardhotillah dan saat ini masih aktif kuliah di ITS. Sementara itu meski Nuh masih dalam perjalanan dari Jakarta, puluhan wartawan baik dari media cetak dan elektronik saat ini sudah memenuhi rumah kediaman calon Menkom Info sambil menikmati bakso dan es campur yang telah disediakan oleh istri M Nuh.



Biografi

Mohammad Nuh adalah anak ketiga dari 10 bersaudara. Ayahnya H. Muchammad Nabhani, adalah pendiri Pondok Pesantren Gununganyar Surabaya. Ia melanjutkan studi di Jurusan Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, dan lulus tahun 1983.

Mohammad Nuh mengawali kariernya sebagai dosen Teknik Elektro ITS pada tahun 1984. Ia kemudian mendapat beasiswa menempuh magister di Universite Science et Technique du Languedoc (USTL) Montpellier, Perancis. Mohammad Nuh juga melanjutkan studi S3 di universitas tersebut.

Nuh menikah dengan drg. Layly Rahmawati, dan ia dikaruniai seorang puteri bernama Rachma Rizqina Mardhotillah, yang lahir di Perancis.

Pada tahun 1997, Mohammad Nuh diangkat menjadi direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS. Berkat lobi dan kepemimpinannya, PENS menjadi rekanan tepercaya Japan Industrial Cooperation Agency (JICA) sejak tahun 1990.

Pada tanggal 15 Februari 2003, Mohammad Nuh dikukuhkan sebagai rektor ITS. Pada tahun yang sama, Nuh dikukuhkan sebagai guru besar (profesor) bidang ilmu Digital Control System dengan spesialisasi Sistem Rekayasa Biomedika. Ia adalah rektor termuda dalam sejarah ITS, yakni berusia 42 tahun saat menjabat. Semasa menjabat sebagai rektor, ia menulis buku berjudul Startegi dan Arah Kebijakan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (disingkat Indonesia-SAKTI).

Selain sebagai rektor, Mohammad Nuh juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Timur, Pengurus PCNU Surabaya, Sekretaris Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya, Anggota Pengurus Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya, serta Ketua Yayasan Pendidikan Al Islah Surabaya. Muhammad Nuh juga dikenal sebagai seorang Kiayi, sering memberi ceramah dan khutbah jumat di berbagai masjid di Surabaya dan dikenal sebagai Ulama.

Sumber :

  • Kemdikbud

  • Kominfo



Copyright © 2011–2012 | www.tokoh.org



Muammar ZA

0 comments
Suaranya yang merdu dalam melantunkan Al-Quran, mengantarkannya ke berbagai pelosok muka bumi. Mulai dari lereng gunung, lembah, ngarai, sampai ke beberapa kota besar dunia, bahkan ke dalam Ka’bah. Lantunan suaranya mengalun, mulai dari bawah tenda-tenda sederhana, lapangan terbuka, sampai istana raja. Disamping suara yang merdu dan Qori yang sangat terkenal, Muammar ZA juga kami golongkan sebagai Mubaligh yang kondang dan handal.

Dalam bidang Quro Ia memang “legenda”. Meski Musabaqah Tilawatil Quran secara rutin digelar di berbagi tingkatan, belum ada satu pun yang menyamainya. Hampir semua umat Islam Indonesia, terutama di pedesaan, jika ditanya siapakah qari yang paling dikenal di Indonesia, jawabnya pasti Ustaz H. Muammar Z.A.

Suaranya yang merdu serta keindahan iramanya dalam melantunkan Al-Quran begitu termasyhur. Kelebihan ini pula yang mengantarkannya ke berbagai pelosok bumi. Mulai dari desa-desa di lereng gunung, tepi lembah dan ngarai, sampai ke beberapa kota besar dunia, bahkan mengantarkannya masuk ke dalam Ka’bah. Lantunan suaranya yang khas mengalun, mulai dari bawah tenda-tenda sederhana, lapangan terbuka, sampai istana raja. Ia penah mengaji di istana Raja Hasanah Bolkiah, istana Yang Dipertuan Agong Malaysia, sampai istana raja-raja di Jazirah Arab.

Aman Wirakartakusumah

0 comments
Prof. Dr. M. Aman Wirakartakusumah, M.Sc merupakan Tokoh Pendidikan yang menjabat Ketua BSNP, beliau mantan Ketua : Komite Tetap Pengembangan Mutu & Industri Pendidikan Kadin Indonesia. Beliau dipilih oleh dan dari anggota atas dasar suara terbanyak. Dalam menjalankan tugasnya, BSNP didukung oleh sebuah sekretariat yang secara ex-officio diketuai oleh pejabat Departemen Pedidikan Nasional (Depdiknas) yang ditunjuk oleh Mendiknas. BSNP dapat menunjuk tim-tim ahli yang bersifat adhoc sesuai kebutuhan.



Kepemimpinannya di Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP):

Periode Januari 2012-Januari 2013

Ketua : Prof.Dr. M. Aman Wirakartakusumah, M.Sc

Sekretaris : Prof.Dr. Richardus Eko Indrajit

Periode Januari 2011-Januari 2012

Ketua : Prof.Dr. M. Aman Wirakartakusumah, M.Sc

Sekretaris : Prof.Dr. Richardus Eko Indrajit

Academic Background

  • Undergraduate (Agriculture Product Technology,, IPB-Indonesia)
  • MSc (Food Science, University of Wisconsin- USA)
  • PhD (Food Science with Minor in Chemical Engineering, University of Wisconsin-USA)

Email: muhaman@indo.net.id

Areas of Expertise

  • Management and policy in food industry
  • Physical properties an kinetics of food components during processing
  • Food regulation
  • International food trading

Teachings

  • Principe of Food Engineering (Undergraduate Program)
  • Regulation and Strategic Food industries (Graduate Program)

Research Interests

  • Kinetics of physicochemical and quality changes of foods during processing and storage
  • Development policy concept of food industry in Indonesia

Selected Research Publications

  • Wirakartakusumah, M.A. and Hariyadi, P. 1988. Technical Aspect of Food Fortification. Food and Nutrition Bulletin. Vol. 19 Nomor 2.
  • Wirakartakusumah, M.A. and C.H. Wijaya. 1992. Recent development of food flavor in Indonesia. Presented at the Third Malaysia International Conference on Essential Oils and Flavor Chemicals. 20-23 July, Malaysia.
  • Wirakartakusumah, M.A., C.H. Wijaya, A.T. Karossi, and N. Nurdjannah.1992. Natural flavor development in Indonesia: their sources and production. Proceeding Asean Workshop on the Production of Natural Flavor. Malaysia.
  • Wirakartakusumah, M.A. 1993. Development of street food push cart that meets HACCP requirement. International Conference on Street Foods. China.
  • Wirakartakusumah, M.A. 1993. Food Industry Development in Indonesia. Symposium on Food Industry. Tokyo, Japan.
  • Wirakartakusumah, M.A. 1991. Food Processing Industry in Indonesia: Present Status and Future Development. APO Working Party Meeting. Tokyo, Japan.
  • Wirakartakusumah, M.A. 1990. Present status of peanuts utilization in Indonesia: Trend in Food Product Development.
  • Wirakartakusumah, M.A., B. Satiawihardja and D. Syah. 1992. Current research in kinetics of food quality changes during processing and storage in Indonesia. In Advance in Food Engineering. CRC Press Inc. Boca Raton.

Personal Profile

  • Indonesian Embassador for UNESCO (France)
  • Ex-Rector of Bogor Agricultural University
  • Member of Indonesian Association of Food Technologists (PATPI)
  • Professional Member of Institute of Food Technologist - USA
  • Member of Indonesian Engineer Association
  • Member of Indonesian Academic of Science (AIPI): Engineering Division
  • Member of National Research Council (DRN)
  • Vice President of International Life Science Institute (ILSI) South East Asia Region
  • Fellow of International Academic of Food Science and Technology (IAFost)


Sumber :

  • Kadin

  • Bsnp

  • Ipb



Copyright © 2011–2012 | www.tokoh.org



Friday, April 6, 2012

Sony Sugema

0 comments
Sony Sugema mengaku mengawali karirnya sebagai "pengusaha" bimbingan belajar ketika duduk di kelas dua SMU Negeri 3 Bandung saat berusia 15 tahun. Ketika itu, ayahnya meninggal dunia sehingga Sony harus bekerja untuk menghidupi ibu dan keempat adiknya. Ia lalu memberi les privat kepada teman-teman sekelasnya.

"Soalnya saya nggak tahu harus ke mana nyari orang yang mau les privat. Saya tawarin ke teman-teman, mau nggak lima ribu sebulan. Ternyata beberapa teman saya mau," kata Sony. Dia memang dipercaya teman-temannya untuk mengajar, mengingat otaknya yang cerdas.

Setelah mengajar teman-temannya di SMU, Sony mengaku ketagihan mengajar dan merasa tertarik dengan dunia pendidikan. "Awalnya saya tertarik, ngajar itu kok enak. Terus, tiap minggu di SMU 3 ada try out dan pembahasan, itu gratis. Itulah awal mula saya terjun ke dunia bimbingan belajar," ujar Sony.

Tahun 1982, Sony lulus tes masuk ke Institut Teknologi Bandung (ITB) Jurusan Teknik Sipil. Ketika dia masih tingkat satu, Sony memutuskan untuk menikah. Saat itu istrinya kuliah di jurusan Biologi ITB dan berumur sekitar tiga tahun lebih tua.

Setelah menikah, Sony merasa tanggungannya semakin banyak. Akhirnya, untuk menambah penghasilan, dia memutuskan untuk menjadi guru di SMU Angkasa Bandung. Ketika itu Sony mengajar pelajaran matematika, fisika, dan kimia untuk siswa kelas satu, dua, dan tiga.

"Setelah itu, saya bekerja sebagai pengajar di beberapa bimbingan belajar. Baru pada tahun 1990 saya memutuskan untuk membuka bimbingan belajar sendiri," kata Sony.

Cikal bakal Sony Sugema College (SSC) ini awalnya terletak di Jalan Dipatiukur. Modal awal pendirian bimbel ini hanya Rp 1,5 juta, yang diperoleh Sony dari pembayaran royalti buku-bukunya. Sony Sugema memang pernah menulis buku tentang pembahasan soal-soal UMPTN yang setiap tahun selalu diperbaharui.

Awalnya murid bimbingan belajar ini hanya 140 orang dan Sony satu-satunya pengajar. Uang sebesar Rp 1,5 juta itu, kata Sony, digunakannya untuk menyewa ruangan tempat belajar sebesar Rp 750.000 dan sisanya untuk membayar gaji karyawan. Bimbingan belajar ini awalnya hanya mengkhususkan diri sebagai bimbingan belajar intensif untuk menghadapi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN).

Lama kelamaan, Sony merasa bahwa dirinya lambat laun tidak bisa menikmati hasil jerih payahnya karena terlalu sibuk bekerja sebagai pengajar tunggal. Akhirnya, dia memutuskan untuk meminta teman-temannya dari ITB, UNPAD, dan IKIP (sekarang UPI) untuk membantunya mengajar di bimbingan belajar tersebut.

Tahun 1991, dia membuka cabang di Jakarta disusul cabang-cabang di seluruh Indonesia. Lembaga bimbingan belajar ini berhasil meluluskan 618 orang siswanya ke ITB. Jumlah ini, kata Sony, menunjukkan hampir separuh mahasiswa ITB merupakan lulusan SSC.

Ketika ditanya apa yang membedakan SSC dengan bimbingan belajar lain, Sony mengaku dia menerapkan dua sistem pengajaran. Sistem yang pertama, kata Sony, dia menciptakan sistem penyelesaian soal dengan cepat yang diklaim sebagai the fastest solution.

Fastest solution, kata Sony, adalah cara belajar agar pelajaran lebih mudah dipahami oleh siswa. Apabila siswa mudah memahami pelajaran, siswa akan lebih bersemangat untuk belajar.

Selain fastest solution, Sony juga memiliki metode lain, yaitu learning is fun. Dengan metode ini, kata Sony, siswa akan lebih bergairah dan bersemangat dalam mempelajari pelajaran-pelajaran yang selama ini dianggap menakutkan seperti matematika dan fisika.

"Sebelumnya banyak siswa yang geuleuh (tidak suka) sama matematika. Sekarang, dengan metode ini, kita membuat anak mencintai matematika," kata Sony.

Dengan kedua metode pengajaran tersebut, mau tidak mau pengajar yang berminat untuk menjadi guru SSC harus memenuhi sejumlah kriteria. Di antaranya, selain menguasai bahan pelajaran yang akan diajarkan, pengajar juga tidak boleh terlalu serius dan dapat diterima oleh siswa.

Sebelum menjadi pengajar pun, kata Sony, mereka harus melewati beberapa tes. Ujian yang pertama adalah tes tertulis untuk mengetahui seberapa jauh calon pengajar menguasai materi pelajaran yang diajarkan. Setelah itu, mereka diharuskan melakukan simulasi mengajar di depan guru-guru SSC. Setelah magang selama tiga bulan, barulah calon pengajar tersebut diangkat menjadi pengajar tetap.

Gaji yang diterima para pengajar cukup memadai, berkisar antara Rp 20.000 hingga Rp 50.000 setiap jam mengajar. "Kita kan harus memperhatikan kesejahteraan guru-guru," kata Sony.

Selain berkat doa dan kasih sayang ibu, Sony mengaku salah satu kunci kesuksesannya yang lain adalah dia berani untuk gagal. Kelemahan yang terdapat pada sebagian besar anak muda, kata Sony, adalah karena sebagian besar dari mereka takut gagal. Padahal, kata Sony, dengan kegagalan kita bisa belajar banyak

"Perusahaan besar saja pernah gagal. Namun, umumnya orang tidak pernah melihat kegagalan sebelum kesuksesan yang mereka raih sekarang," kata Sony. Dia juga menilai anak muda sekarang umumnya tidak mau bersakit-sakit dalam memulai suatu usaha.

Sony memang berhasil mengembangkan bisnisnya-yang semuanya masih di bidang pendidikan-hingga menjadi empat perusahaan.

Tidak heran jika dia menerima penghargaan dari ITB sebagai Penghargaan Alumni ITB Berprestasi tahun 2002 dalam bidang industri. Sebelumnya, Sony memperoleh penghargaan Citra Top Executive Indonesia tahun 1997 dan 50 Enterprise Semangat Wirausaha Indonesia dari majalah SWA dan Accenture.

Serius dan berkemauan keras memang salah satu falsafah hidupnya. Hasilnya, dia sukses pada usia muda. Pepatah mengatakan, di mana ada kemauan di situ ada jalan

Mario Teguh

0 comments
Mario Teguh (lahir di Makassar, 5 Maret 1956; umur 56 tahun) adalah seorang motivator dan konsultan asal Indonesia. Nama aslinya adalah Sis Maryono Teguh, namun saat tampil di depan publik, ia menggunakan nama Mario Teguh. Ia meraih gelar Sarjana Pendidikan dari IKIP Malang. Beliau juga membentuk komunitas Mario Teguh Super Club (MTSC).

Karier
Tahun 2010 kembali meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia, MURI, sebagai Motivator dengan Facebook Fans terbesar di Indonesia.
Di tahun 2010, Beliau terpilih sebagai satu dari 8 Tokoh Perubahan 2009 versi Republika surat kabar yang terbit di Jakarta.
Sebelumnya Beliau membawakan acara bertajuk Business Art di O'Channel. Kemudian namanya semakin dikenal luas oleh masyarakat ketika ia membawakan acara Mario Teguh Golden Ways di Metro TV. Pada saat ini Mario Teguh dikenal sebagai salah satu motivator termahal di Indonesia.
Pada tahun 2003 mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia, MURI, sebagai penyelenggara seminar berhadiah mobil pertama di Indonesia. Dan pada tahun 2010 kembali meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia sebagai motivator dengan halaman penggemar Facebook terbesar di Indonesia.

Enda Nasution

0 comments
Enda Nasution (lahir di Bandung, Jawa Barat, 29 Juli 1975; umur 36 tahun) adalah seorang penulis dan oleh kalangan media massa Indonesia dijuluki sebagai tokoh blog Indonesia, atau juga "Bapak Blogger Indonesia" karena cukup banyak muncul di media mainstream untuk mempromosikan penggunaan Blog. Setelah lulus dari Fakultas Teknik Sipil ITB pada tahun 1999, mantan aktifis yang pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS-ITB) ini sempat bekerja untuk Ogilvy & Mather Jakarta dari tahun 2000 hingga tahun 2002 sebagai copywriter. Pada tahun 2001 dan 2002, Enda menerima Indonesian Ad Award untuk iklan Dancow dan Sampoerna A Mild. Kontribusinya di dunia blog bermula dari tulisan panjang yang menerangkan "Apa itu blog" yang dia tulis di tahun 2001, selain itu Enda juga berinisiatif membuat blog pertama yang khusus membahas tentang Pemilu 2004 dan kemudian blog Indonesia Help, yang memberikan update dan informasi tentang pertolongan korban bencana alam dalam Bahasa Inggris.

Enda juga menjadi kontributor di Global Voices Online, sebuah project dari Harvard Law School dan menghadiri GV Summit yang kedua di London pada tahun 2005. Di akhir tahun 2006, karena kepemimpinannya di dunia blog Enda mendapatkan undangan dari Asia Society untuk hadir di Asia 21 Young Leader Summit yang diadakan di Seoul, Korea Selatan.
Pada tahun 2007 Enda menjadi Chairman dari Pesta Blogger 2007, acara tahunan nasional blogger Indonesia yang pertama. dan tetap menjadi anggota Steering Committee Pesta Blogger di tahun-tahun berikutnya.
Di bulan April 2009, Enda bersama teman-teman dari Komunitas Langsat meluncurkan sebuah situs Web 2.0 bertema politik pertama di Indonesia dengan nama Politikana.
Sebagai bagian dari TED India 2009, Enda mendapat kehormatan terpilih menjadi salah satu dari TED Fellows di tahun tersebut.
Aktif mengkampanyekan internet, dunia blog dan social media melalui media massa, baik cetak maupun televisi, Enda juga rajin diundang untuk berbicara di berbagai seminar dan workshop.
Pada tahun 2011, berangkat dari komunitas yang bermarkas di Komunitas Langsat, Enda mendirikan Salingsilang.com sebuah web startup dengan misi menata dan merapihkan sambil mengusung pembicaraan di dunia media sosial.

Rosihan Anwar

0 comments
H. Rosihan Anwar (lahir di Kubang Nan Dua, Sirukam, Kabupaten Solok, 10 Mei 1922 – meninggal di Jakarta, 14 April 2011 pada umur 88 tahun) adalah tokoh pers Indonesia, meski dirinya lebih tepat dikatakan sebagai sejarawan, sastrawan, bahkan budayawan. Rosihan yang memulai karier jurnalistiknya sejak berumur 20-an, tercatat telah menulis 21 judul buku dan mungkin ratusan artikel di hampir semua koran dan majalah utama di Indonesia dan di beberapa penerbitan asing.

Biografi
Anak keempat dari sepuluh bersaudara putra Anwar Maharaja Sutan, seorang demang di Padang, Pantai Barat Sumatera ini menyelesaikan sekolah rakyat (HIS) dan SMP (MULO) di Padang. Ia pun melanjutkan pendidikannya ke AMS di Yogyakarta. Dari sana Rosihan mengikuti berbagai workshop di dalam dan di luar negeri, termasuk di Universitas Yale dan School of Journalism di Universitas Columbia, New York City, Amerika Serikat.
Rosihan telah hidup dalam 'multi-zaman'. Di masa perjuangan, dirinya pernah disekap oleh penjajah Belanda di Bukit Duri, Batavia (kini Jakarta). Kemudian pada masa Presiden Soekarno koran miliknya, Pedoman pada 1961 ditutup oleh rezim saat itu. Namun pada masa peralihan pemerintah Orde Baru, Rosihan mendapat anugerah sebagai wartawan sejak sebelum Revolusi Indonesia dengan mendapatkan anugerah Bintang Mahaputra III, bersama tokoh pers Jakob Oetama. Sayangnya rezim Orde Baru ini pun menutup Pedoman pada tahun 1974-kurang dari setahun setelah Presiden Soeharto mengalungkan bintang itu di leher para penerimanya.
Rosihan memulai karier jurnalistiknya sebagai reporter Asia Raya pada masa pendudukan Jepang tahun 1943 hingga menjadi pemimpin redaksi Siasat (1947-1957) dan Pedoman (1948-1961). Bersama Usmar Ismail, pada 1950 ia mendirikan Perusahaan Film Nasional (Perfini). Dalam film pertamanya, Darah dan Doa, ia sekaligus menjadi figuran. Sejak akhir 1981, aktivitasnya di film adalah mempromosikan film Indonesia di luar negeri dan tetap menjadi kritikus film sampai akhir hayatnya.
Pada tahun 2007, Rosihan Anwar dan Herawati Diah, yang ikut mendirikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Surakarta pada 1946 mendapat penghargaan 'Life Time Achievement' atau 'Prestasi Sepanjang Hayat' dari PWI Pusat.
Rosihan Anwar meninggal dunia pada hari Kamis, 14 April 2011 pukul 08.15 WIB di Rumah Sakit Metropolitan Medika Center (MMC) Jakarta dalam usia 89 tahun, diduga karena gangguan jantung.

Basuki Rahmat

0 comments
Jenderal Basuki Rahmat (lahir di Tuban, Jawa Timur, 4 November 1921 – meninggal di Jakarta, 8 Januari 1969 pada umur 47 tahun) adalah seorang jenderal dan politikus Indonesia. Ia adalah seorang pahlawan nasional Indonesia.

Karier militer
Sebelum menjadi militer, sebenarnya Basuki muda ingin menjadi guru hingga meneruskan pendidikannya di Sekolah guru Muhammadiyah, Yogyakarta. Akan tetapi jalan hidup membuatnya megikuti pendidikan Pembela Tanah Air. Memasuki era perjuangan kemerdekaan, ia juga turut dalam pembentukan Badan Keamanan Rakyat Maospati, Jawa Timur. Bakat kepemimpinannya yang menonjol membuat ia ditunjuk menjadi Komandan Batalyon 2 Resimen 31 Divisi IV Ronggolawe dan kemudian ditunjuk menjadi Komandan Batalyon 16 Brigade 5 Divisi I Jawa Timur.
Dalam posisi pemerintahan beliau pernah menjabat sebagai Menteri Veteran Letnan dalam Kabinet Dwikora pimpinan Soekarno pada periode 1964-1966. Ia juga merupakan salah satu saksi kunci perisitiwa Supersemar beserta Jenderal Amirmachmud dan Jenderal M. Jusuf. Ia wafat pada 8 Januari 1969 akibat serangan jantung dan dimakamkan keesokan harinya di TMP Kalibata, Jakarta.

 
Daftar Tokoh Indonesia © 2011 Grade science & World Sharings. Supported by Google docs viewer

Thanks for All friends